Selasa, 16 Maret 2010
Alam
Kehilangan desirnya
Daun-daun kering
Takkan mau meluruhkan tubuhnya
Bila langit. . .
Kehilangan kebiruannya
Burung-burung takkan mau
Mengepakkan sayapnya
Bila sungai. . .
Kehilangan kejernihannya
Ikan-ikan takkan mau
Mengibaskan ekornya
Bila bulan. . .
Kehilangan sinarnya
Malam-malam akan gelap
Tanpa cahaya
Bila hutan. . .
Kehilangan pohon-pohon
Hewan-hewan kehilangan
Tempat tinggalnya
Bila bukit. . .
Kehilangan kehijauannya
Sungai-sungai akan kering
Selamanya
Bila petani. . .
Kehilangan sawah ladangnya
Kanak-kanak akan menitikkan
Air mata
Bila manusia. . .
Kehilangan kemanusiaannya
Alam semesta
Akan tertimpa bencana
Dan bertanya angin kering
“Perlukah memanusiakan manusia?”
By. Berliana Oktavianti
GURUKU
Tidak pernah ku lupa
Siapa guruku ???
Sungguh berarti dirimu
Kau buka mata ini dengan ilmu
Kau sentuh hati ini dengan kasih sayang
Terima kasih untuk sabarmu
Terima kasih untuk waktumu
Guruku.....
Hanya doa yang bisa kuberi
Semoga bahagia selalu hidupmu
Oleh : Berliana oktavianti
.
SI KANCIL DAN BUAYA
Pada pagi hari kebun pak joko sedang berbuah timun banyak dan pak joko sedang memanennya. Ketika itu datanglah seekor kancil,kancil itu melihat timun pak joko dan ingin sekali mengambilnya. Pada waktu itu pak joko sedang memasang jebakan buat si kancil.
Kancil itu tidak tahu akan jebakan yang dipasang pak joko. Dan ketika kancil sedang mengambil timun kancil itu terjaring dalam jebakan pak joko. Kancil berpura-pura mati,pak joko segera melihat dan melepaskan jebakannya untuk memastikan apa benar kancil itu sudah mati. Dengan membawa senapan pak joko tertipu dengan seekor kancil,ternyata kancil itu masih hidup,dengan senapannya pak joko mencoba menembaknya ternyata tidak terkena sasaran. Kancil itu berlari dan segera menyeberangi sungai,di sungai itu terdapat buaya yang amat banyak.buaya itu muncul ke permukaan dan berkata “Hai,kancil mau apa kau kesini?”tanya buaya.
Dan kata kancil “aku mau menyeberang sungai,boleh aku pinjam punggung temanmu dan kau untuk aku loncati? agar aku bisa ke seberang
“Cukup sepuluh saja!”kata si kancil. “baik aku panggil dulu ya!”. ‘kata buaya’. Satu persatu buaya muncul ke permukaan dan kancil menghitung sambil meloncatinya. Pada di seberang
Buaya merasa dirinya bodoh,dan berhubung dia lapar dia makan ayam Pak Joko yang sedang berkeliaran di sungai yang berbahaya itu. Kancil sangat pandai akalnya, pandai berbohong dan berdusta,demi kepentinganya sendiri.
Pak joko yang timunnya di curi merasa kalau kancil lebih pintar darinya.
Dari cerita diatas kita mendapat nasihat yaitu walaupun kita pintar,kita tidak boleh mengambil barang milik orang lain tanpa seijin pemilik barang tersebut,serta berbohong dan berdusta pada orang lain.
Nama : Berliana Oktavianti
Kelas : 7G
.