Pada pagi hari kebun pak joko sedang berbuah timun banyak dan pak joko sedang memanennya. Ketika itu datanglah seekor kancil,kancil itu melihat timun pak joko dan ingin sekali mengambilnya. Pada waktu itu pak joko sedang memasang jebakan buat si kancil.
Kancil itu tidak tahu akan jebakan yang dipasang pak joko. Dan ketika kancil sedang mengambil timun kancil itu terjaring dalam jebakan pak joko. Kancil berpura-pura mati,pak joko segera melihat dan melepaskan jebakannya untuk memastikan apa benar kancil itu sudah mati. Dengan membawa senapan pak joko tertipu dengan seekor kancil,ternyata kancil itu masih hidup,dengan senapannya pak joko mencoba menembaknya ternyata tidak terkena sasaran. Kancil itu berlari dan segera menyeberangi sungai,di sungai itu terdapat buaya yang amat banyak.buaya itu muncul ke permukaan dan berkata “Hai,kancil mau apa kau kesini?”tanya buaya.
Dan kata kancil “aku mau menyeberang sungai,boleh aku pinjam punggung temanmu dan kau untuk aku loncati? agar aku bisa ke seberang
“Cukup sepuluh saja!”kata si kancil. “baik aku panggil dulu ya!”. ‘kata buaya’. Satu persatu buaya muncul ke permukaan dan kancil menghitung sambil meloncatinya. Pada di seberang
Buaya merasa dirinya bodoh,dan berhubung dia lapar dia makan ayam Pak Joko yang sedang berkeliaran di sungai yang berbahaya itu. Kancil sangat pandai akalnya, pandai berbohong dan berdusta,demi kepentinganya sendiri.
Pak joko yang timunnya di curi merasa kalau kancil lebih pintar darinya.
Dari cerita diatas kita mendapat nasihat yaitu walaupun kita pintar,kita tidak boleh mengambil barang milik orang lain tanpa seijin pemilik barang tersebut,serta berbohong dan berdusta pada orang lain.
Nama : Berliana Oktavianti
Kelas : 7G
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar